SELAMAT DATANG DI BLOG AMF
Al Mageti Foundation (AMF) adalah program bantuan beasiswa dari alumni Magetan kepada pelajar Magetan
Mimpi AMF adalah menjadi lembaga sosial profesional yang dapat membantu ratusan siswa yang kurang mampu
Bantuan dapat disalurkan melalui: Rekening bank Muamalat: 0124727845 atas nama: Setyo Purwanto (Bendahara Umum AMF) Kode atm bersama: 147

Memilih Pergaulan


Nggak gaul itu aib. Tapi salah bergaul itu musibah.

Semenjak ada bunyi celaan "gak gaul lo...", dan slogan "anak gaul" jadi ngetren, semenjak itu anak remaja tidak ingin ketinggalan dalam pergaulan. Label "anak gaul" tersemat bukan cuma untuk mereka yang punya teman banyak, tapi lebih pada mereka yang eksis nongkrong di mal-mal, cafe, dan tempat keramaian.

Pergaulan itu suatu kemestian. Setidaknya kita bisa mengambil kesimpulan itu setelah guru Sosiologi berkata bahwa manusia itu makhluk sosial. Manusia membutuhkan manusia lainnya. Manfaat pergaulan tidak perlu dijabarkan lagi. Bergaul itu naluri manusia. Tapi yang perlu diwanti-wanti adalah dengan siapa kita bergaul? Haruskah kita memilih-milih teman dalam pergaulan?

Pentingnya Memilih Teman Bergaul
"Berteman jangan suka milih-milih." Kata-kata itu tepat untuk orang yang sombong yang hanya mau bergaul dengan orang yang ia pikir selevel dengan dia. Tapi sejatinya kata-kata itu tidak sepenuhnya benar. Kita juga harus menyeleksi teman bergaul. Hanya kriterianya yang harus tepat. Jangan gunakan kriteria yang menjerumuskan kita menjadi orang yang sombong dan tidak baik. Tapi gunakan kriteria yang akan membuat kita menjadi anak yang baik.

Sombong kalau kriteria teman kita adalah anak orang kaya saja (udah sombong, matre pula). Sombong kalau kriteria teman kita itu yang ganteng atau cantik saja. Intinya, kalau kita mengambil standar duniawi sebagai teman, maka kita bisa termasuk sombong. Dalam hadits, Rasulullah mendefinisikan sombong sebagai merendahkan manusia. "Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim)

Memang pertemanan itu ada tingkatan-tingkatannya. Ada yang hanya kenalan. Ada yang teman biasa seperti teman kelas, teman les. Ada juga teman yang lumayan dekat yang kita sering berinteraksi dengannya, ini yang disebut teman bergaul. Dan ada juga yang lebih dekat lagi yang kita sebut sebagai sahabat. Dalam berteman, jangan sampai kita merendahkan orang lain. Janganlah kita hanya mau punya teman bergaul dari orang-orang yang kita pilih berlandaskan keduniaan dan menghindari pergaulan dengan orang lain karena kita meremehkan orang tersebut.

Bagaimana kriteria yang menjadikan kita anak yang baik? Pastinya, kriteria yang berdasarkan pada kebaikan. Maksudnya, kita memilih teman bergaul yang kita sering berinteraksi dengan mereka dari kalangan orang-orang yang berakhlak baik, sholeh, rajin belajar, gemar menabung, suka menjahit dan memasak... Ups kebanyakan...

Pergaulan itu bisa menularkan perilaku seseorang kepada temannya. Tak sedikit anak baik-baik yang terjerat narkoba hanya karena salah memilih pergaulan. Seorang anak dari keluarga yang tidak merokok bisa jadi perokok karena bergaul dengan teman-teman perokok. Dan sebagaimana watak buruk itu menular, watak baik pun bisa menyebar melalui pergaulan. Itulah makanya Rasulullah berpesan untuk memperhatikan teman bergaul.

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Dalam menjelaskan hadits ini Imam An-Nawawi berkata, “Hadits ini berbicara tentang keutamaan bergaul dengan orang-orang yang soleh, pelaku kebaikan, tata krama, akhlak mulia, wara’, berilmu, dan mempunyai sopan santun. Sebaliknya, hadits ini melarang kita bergaul dengan pelaku kejahatan, pembuat bid‘ah, suka menggunjing, berbuat dosa, dan sikap tidak terpuji lainnya.”

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda: “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah)

Imam Al Ghozali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42)

Kalau di sekolah ada ekstrakurikuler Rohani Islam, inilah kumpulan anak-anak sholeh yang sangat direkomendasikan jadi teman bergaul kita. Banyak sifat baik di komunitas ini yang bisa tertular pada kita.

Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Hati-hatilah kalian dalam memilih teman, sesungguhnya teman adalah bekal di dunia dan akhirat.” 

Merengkuh Nikmatnya Ukhuwah

Sejatinya mukmin itu bersaudara. Ukhuwah Islamiyah itu ada di antara umat muslim. Tapi ukhuwah itu bisa menjadi tak terasa ada bila sesama mukmin tidak saling akrab karena Allah swt.

Bersahabat dengan orang yang sholih, akan membuat kita merasakan indahnya ukhuwah Islamiyah. Dengan ukhuwah, kita bisa merasakan lezatnya keimanan. Saat keimanan kita turun, ada yang menasehati dan menyemangati. Saat kita merasa butuh, ada yang memberikan bantuan karena Allah swt. Pertolongan karena Allah terasa tulus karena pertolongan itu didasari niat yang lurus, bukan karena ada maunya.

Sebagai anak muda, ada peluang yang besar untuk mendapatkan naungan di akhirat, di mana saat itu tidak ada naungan selain naungan dari Allah swt. Abu Hurairah r.a. mewartakan bahwa Nabi Saw bersabda, ada 7 kategori orang yang mendapat naungan Allah di hari kiamat. Salah satunya adalah pemuda yang menyibukkan diri dengan beribadah kepada Allah swt. Kategori lainnya adalah orang dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpul dan berpisah karena Allah pula.

Selain itu, orang yang merasakan manisnya ukhuwah Islamiyah, akan berdiri di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya. Sebuah hadist dari Umar bin Khattab, diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam at-Tamhid, Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda: "Allah mempunyai hamba-hamba yang bukan nabi & bukan syuhada, tapi para nabi & syuhada tertarik oleh kedudukan mereka di sisi Allah. Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, siapa mereka & bagaimana amal mereka? Semoga saja kami bisa mencintai mereka." Rasulullaah saw bersabda, "Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai dengan karunia dari Allah. Mereka tidak memiliki hubungan nasab & tidak memiliki harta yang mereka kelola bersama. Demi Allah mereka adalah cahaya & mereka kelak akan ada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak merasa takut ketika banyak manusia merasa takut.Mereka tidak bersedih ketika banyak manusia bersedih" Kemudian Rasulullaah saw membacakan firman Allah: "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (TQS Yunus :62)

Bagaimana kalau salah bergaul? Allah telah menggambarkan keadaan orang-orang yang salah bergaul dalam Al-Qur'an. Keadaan mereka di neraka saling menyalahkan satu sama lain.

”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".(QS AlAhzab ayat 66-68)

Jadi, yuk bergaul dengan orang-orang yang tepat. 

*artikel dari Islamedia 
*image dari sini  

Undangan Reuni dari Al Mageti Foundation

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..

InsyaAllah dengan niat menjaga tali silaturahim antar alumni Magetan dimanapun berada, maka kami Al Mageti Foundation (AMF) mengadakan acara reuni akbar yang akan diadakan pada :
Hari : Jumat
Tanggal : 2 September 2011
Pukul : 13.00 - selesai
Tempat : Dapur Desa (Jalan Raya Takeran, dekat pom bensin)
Mengundang : rekan-rekan alumni Magetan semua yang merasa butuh, peduli atau ingin mengenal lebih jauh tentang AMF
Acara :
- silaturahim antar alumni
- membahas progress, rencana dan strategi Al Mageti Foundation ke depan.

Atas perhatian dan kehadiran rekan-rekan semua kami ucapkan Jazakumullah khairan katsira.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Somewhere, 12 Agustus 2011

ttd

Ketua Umum,
Nugroho Andi Rama (alumnus SMUSAMA angkatan masuk 2000)

Profil, Penerima Beasiswa AMF untuk Masuk ITS

Assalamu’alaikum. Progres dari proses pendaftaran akh agus, Alhamdulillah sudah resmi jadi mahasiswa ITS per tanggal 1 Juni 2011. Mendapat keringanan berupa penundaan pembayaran sampai tanggal 31 Desember 2011. Kami sampaikan jazakallah khoir kepada teman-teman semua. (01 Juni 2011, 11:58)

Demikian potongan SMS yang dikirimkan kepada AMF, pemberitahuan keberhasilan proses registrasi seorang calon mahasiswa ITS alumni SMA I Magetan yang memiliki potensi dan prestasi luar biasa. Ketika AMF mendapatkan proposal permohonan bantuan dana melalui salah satu alumni, demi melihat profil dan prestasinya, AMF berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi. Alhamdulillah dengan komunikasi yang terbatas, melalui forum dan sms, kesepakatan pun diambil. AMF memberikan bantuan untuk registrasi sebesar 1,5 juta. Dengan Bismillah, mudah-mudahan dapat membantu meringankan dana untuk registrasi masuk ITS, teknik mesin melalui jalur SNMPTN Undangan (PMDK).

Berikut kami sampaikan profil penerima beasiswa AMF. Bernama lengkap Agus Riyadi, alumni SMA I Magetan yang lulus tahun 2011. Anak dari pasangan Bapak Suhardi dan Ibu Juminem, petani yang tinggal di Ds. Buluharjo, Plaosan. Lahir di Magetan tanggal 19 Agustus 1992. Ikhwan yang aktif di rohis SMA I Magetan, yang juga pengurus OSIS Sie 1 dan pernah menjabat sebagai bendahara pramuka ini mempunyai prestasi yang cukup bagus, antara lain: 20 besar lomba maket di ITS, Peserta BCC di ITS, dan Juara 2 Osn Fisika di Magetan.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons